Makalah Kajian Bahasa Indonesia kelas 5



MAKALAHKajian Bahasa Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN


A.LATAR BELAKANG

Dalam sistem pembelajaran Bahasa Indonesia diperlukan materi-materi khusus yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran.Misalnya, untuk memahami penggunaan tanda baca dalam setiap penulisan menggunakan kajian Bahasa Indonesia. Sedangkan dalam kajian Bahasa Indonesia sendiri banyak mempunyai kaidah-kaidah tertentu dan ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan.
Oleh karena itu, penyusun membuat makalah ini dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kajian dalam suatu bacaan,cerita, surat resmi ataupun semua bacaan yang menggunakan tanda baca.

B.RUMUSAN MASALAH

1.Bagaimanakah cara penulisan kata asing, kata baku dan tidak baku?
2.Bagaimanakah cara membuat surat resmi yang benar?
3.Mengapa dalam puisi diperlukan penjedaan?

C.TUJUAN

1.Dapat mengetahui kata asing, kata baku dan tidak baku.
2.Dapat mengetahui cara membuat surat resmi yang benar.
3.Dapat memahami arti penjedaan dalam puisi.


BAB II
PEMBAHASAN

A.MENDENGAR

Drum Band Gajah Mada

Bapak La Sanusi sebagai penanggung jawab drum band Gajah Mada menjelaskan bahwa, drum band Gajah Mada terkenal mulai dari Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi) hingga ke seluruh Indonesia.
“Banyak prestasi pernah kami raih dalam kejuaraan drum band. Kami juga pernah menjadi juara umum dalam Festival Drum Band Seluruh Indonesia atau yang lebih dikenal dengan FEDI. Ya, itu semua karena kami giat berlatih. Kegiatan drum band ini bermanfaat untuk menyalurkan bakat para remaja di bidang seni. Selain itu, untuk menumbuhkan kreativitas para remaja.”

Pembahasan:

1.Dalam penulisan drum band sudah benar.Karena drum band merupakan kata asing yang harus dicetak miring dalam penulisannya.
Contoh lain : tape recorder, laptop, handphone.

2.Dalam penulisan “ya” pada paragraf kedua salah.Karena kata ya kurang baku dalam penulisannnya.

3.Penulisan kata “kreativitas” sudah benar.Karena kata tersebut sudah baku.

B.MEMBACA
Membaca puisi dengan Eksperesi yang Tepat
Gadis Cilik di Lampu Merah
Karya La Nusi
Gadis cilik / di lampu merah //
Badan dekil / bermandikan debu //
Menadahkan tangan / mengharap iba //
Dari satu mobil / ke mobil lain //
Kau mencari / sesuap nasi //
Demi / penyambung nyawa/ /
Sayang / pengemudi sering mengabaikanmu //
Rupanya / mereka buta mata hati //
Gadis cilik di lampu merah //
Kau kesepian / dalam keramaian //
Kau menangis / di atas kegembiraan//
Dan gemerlap / kehidupan kota //

Pembahasan:

1.Pada puisi di atas sudah menggunakan gaya bahasa yaitu pada kata bermandikan debu merupakan majas personifikasi.

Majas personifikasi adalah majas yang memiliki makna seperti / bak manusia.
Contoh lain : Matahari tersenyum, Ambulance meraung-raung, daunnya melambai-lambai.

2.Penjedaan, Pelafalan,dan Intonasi

Jika kamu membaca prosa atau puisi, kamu akan menemukan tanda koma (,) dan tanda titik(.).Tanda koma, artinya pembacaan berhenti sebentar.Tanda titik, artinya pembacaan berhenti agak lama.Puisi sering tidak menggunakan tanda koma dan tanda titik.Oleh karena itu, kamu harus menggunakan tanda penjedaan.Tanda yang lazim digunakan sebagai berikut.
Tanda / : tanda untuk berhenti sebentar (jeda pendek).
Tanda // : tanda untuk berhenti lama (jeda panjang).
Intonasi adalah naik turunnya nada dalam membaca.Kata-kata dalam puisi ada yang harus diucapkan dengan nada tinggi, datar, atau rendah.
Tanda : nada suara tinggi
Tanda : nada suara datar
Tanda : nada suara menurun
Tempo adalah cepat atau lambatnya pengucapan.Selain itu.pembacaan puisi dapat dilengkapi dengan gerak tubuh dan ekspresi wajah yang sesuai dengan makna katanya.

C.MENULIS SURAT PRIBADI

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN KLATEN
DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
SD NEGERI 14 KLATEN
Alamat: Jalan Pemuda 49, Klaten, Telp. (0272) 324013

Nomor : 015/D/SDN14/X/2008 4 Februari 2008
Perihal : Undangan
Lamp. : -

Yth.Bapak/Ibu Pengurus dan Anggota Komite Sekolah
di tempat

Dengan hormat,
Mengharap kehadiran Bapak/Ibu Pengurus dan Anggota Komite Sekolah besok pada :
hari, tanggal : Sabtu, 9 Februari 2008
pukul : 09.30 WIB
tempat : aula SDN 14 Klaten
acara : halalbihalal dan membahas rencana pembangunan perpustakaan

Demikian, atas kehadiran Bapak/Ibu, sebelumnya kami ucapkan terima kasih.

Kepala SDN 14 Klaten,


Lalu Surakarta

Unsur-unsur surat undangan resmi :
Kop/kepala surat
Nomor dan perihal surat
Tanggal penulsan surat
Alamat yang dituju
Pokok surat
Pengirim surat


Pembahasan :

1.Penggunaan tanda titik dua ( : )
Seperti penulisan mengharap kehadiran Bapak/Ibu Pengurus dan Anggota Komite Sekolah pada:

penggunaan tanda baca titik dua sudah benar, karena tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap jika diikuti rangkaian atau pemerian.
Seperti penulisan nama, tempat/tanggal lahir, acara, jenis kelamin dan lain-lain sudah benar, karena tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.

2.Penulisan “SDN 14 Klaten” salah, seharusnya ditulis SD Negeri 14 Klaten atau SD N 14 Klaten.

3.Penggunaan huruf kapital

Pada penulisan kata “ Dengan, Mengharapkan, Demikian” sudah benar, karena menggunakan huruf kapital di awal kalimat.
Pada penulisan kata “ Sabtu, Februari “ sudah benar, karena huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama bulan dan hari.

4.Penulisan kata “ lamp.” Salah, seharusnya ditulis lampiran.

5.Penulisan hari,tanggal, pukul, tempat, acara sudah benar, karena ditulis dengan huruf kecil.

D.MENGIDENTIFIKASI UNSUR CERITA RAKYAT

Gara-gara Lame
Diceritakan kembali oleh H. Abdul Muthalib

Dahulu kala kucing dan tikus bersahabat.Ke mana tikus pergi, kucing selalu mengikuti.Begitu pula sebaliknya.
Suatu hari tikus mengajak kucing pergi.
“ Ke mana?” tanya Kucing.
“Ayo, kita makan lame, “ kata Tikus.Lame dalam bahasa Bugis berarti singkong.
“Di mana kita bisa makan lame?” tanya Kucing lagi.
“Di rumah Pak Tani.Lamenya sangat banyak!Kita akan puas memakannya!” kata Tikus bersemangat.
Kucing tertarik dengan ajakan Tikus.Malam itu pergilah Tikus dan Kucing ke rumah Pak Tani.Rupanya di rumah itu sedang ada pesta pernikahan.
Kucing dan Tikus menunggu sampai usai pesta usai.Karena singkong-singkong itu digantung.Tikus akan memanjat ke atas.Kucing akan menjaga di bawah.Sebelum memanjat, Tikus berpesan,” Kalau sudah ada lame yang kujatuhkan, cepatlah kamu tangkap! Jangan sampai lame itu jatuh ke tempat lain!Nanti kita ketahuan.”
Tikus kemudian memanjat.Sesampainya di atas, ia mencari lame yang bagus dan besar, lalu dimakannya sendiri.Ia lupa padaPenulisan si Kucing.
“Kok, lama betul Tikus di atas?” kata Kucing dalam hati.Ia mulai jengkel dan curiga.
Tikus keasyikan memakan lame-lame itu. Karena ingin makan lebih banyak, ia mulai mengerat tali pengikat lame.Sewaktu mengerat, tiba-tiba ia terpeleset dan jatuh.Sebelum terhempas ke bawah, Tikus berteriak, “Awas, Cing!Ini aku, bukan lame!”
Kucing yang sangat kelaparan sudah tidak peduli.
Ia merasa tertipu.Akhirnya, sahabatnya pun dikejar-kejarnya.Mungkin inilah asal mula tikus dan kucing bermusuhan sampai sekarang.
(Sumber, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan Jakarta:Grasindo,2000,dengan pengubahan)

Pembahasan:

1.Penggunaan tanda petik dua dalam setiap percakapan sudah benar,karena pada kalimat langsung harus menggunakan tanda petik dua.

2.Penulisan kata ke mana sudah benar karena ke sebagai kata depan.
Kata depan di, ke, dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, kecuali didalam gabungan kata yang sudah dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.
Contoh lain : Arman duduk di kursi
Paman pergi ke Semarang.
Ibu baru saja datang dari Bandung.

3.Penulisan kata “pun” dalam paragraf terakhir sudah benar, karena partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya.
Contoh lain : Apa pun yang kau minta tidak akan saya berikan.
Mobil-mobil kecil pun larinya juga cepat sekali.
Namun, ada juga kelompok kata yang sudah dianggap padu benar dan ditulis serangkai.Contoh: adapun, ataupun, andaipun, meskipun, walaupun, bagaimanapun,kalaupun.

4.Penulisan kata “si Kucing” sudah benar, karena sudah sesuai dengan EYD.
5.Penulisan kata singkong-singkong sudah benar, karena merupakan kata ulang yang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung.
Contoh lain : anak-anak,mata-mata



BAB III
PENUTUP


A.SIMPULAN

Dalam makalah ini dapat diambil simpulan sebagai berikut:
1.Pada penulisan kata baku dan tidak baku haruslah sesuai dengan kaidah kebahasaan yang benar.
2.Dalam membuat puisi pengarang bebas menggunakan gaya bahasa yang dikehendaki dan untuk mempermudah dalam memahaminya dapat memparafrasekannya.
3.Untuk membuat surat resmi menggunakan sistematika yang urut.

B.SARAN

1.Dalam kajian Bahasa Indonesia hendaknya menggunakan bahasa baku yang baik dan benar.
2.Penggunaan gaya bahasa dalam puisi hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan.
3.Pada penulisan surat resmi hendaknya memperhatikan sistematika serta pedoman penulisan yang sesuai dengan EYD.

DAFTAR PUSTAKA

Suryanto, H.2008.Indahnya Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia.Jakarta:Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional..
Budi, Sanusi, dkk.2007.Bina Bahasa Indonesa.Jakarta:Erlangga.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar