persiapan pelaksanaan haji

ASSALAMUALAIKUM W.W.

Selamat bagi para saudara/saudari se iman yang terpanggil dan terpilih menjadi tamu Allah pada tahun ini untuk menjalankan ibadah Haji.
Sebagai rasa syukur dan suka cita izinkan lah saya memberi sedikit oleh-oleh untuk membantu saudara/saudari mempersiapkan dan membantu kelancaran ibadah yang saya ambil dari pengalaman dan pelajaran yang saya dapat sewaktu menjalankan ibadah Haji.
Semoga sedikit tip ini dapat berguna dan bermanfaat, selamat menjalankan ibadah Haji semoga menjadi HAJI YANG MABRUR.

1.STAMINA DAN KESEHATAN

Sebaiknya sejak sekarang ( sedini mungkin ) lakukan olahraga secara teratur dan latihan phisik, kondisi yang prima dan kesehatan yang baik akan sangat membantu kelancaran ibadah di tanah suci nanti nya.

2.TAS SERBA GUNA

Sebaiknya perlengkapi diri dengan sebuah tas sandang/ tas punggung atau ransel putih  yang mempunyai banyak kantong, ini akan sangat berguna ketika melakukan rangkaian ibadah selama di Madinah dan Makah.
Tas ini dapat digunakan untuk tempat Al Quran, buku, uang, sendal ketika kita ke mesjid, dll.
Tas punggung / ransel sangat effisien sekali, memudahkan kita utk berwudhu tanpa meletakkan barang bawaan.

3.SENDAL GUNUNG 

Perlengkapi diri dengan sebuah sendal yang bertali, sebaiknya sendal yang ringan seperti sendal gunung. Ini akan sangat berguna ketika melakukan melontar Jumrah.
Jangan memakai sendal jepit saat pergi melontar karena akan sangat berbahaya untuk keselamatan diri, memakai sendal jepit kemungkinan ter injak oleh jemaah lain bisa mengakibatkan jatuh dan terinjak – injak.

4.BUKU

Bawalah beberapa buku mengenai Zikir dan Do’a serta buku-buku tuntunan Shalat sunat, karena akan sangat bermanfaat, bagi jamaah yang ingin membawa tafsir  Al Quran bisa dibawa dari tanah air, sedangkan Al Quran tanpa tafsir sangat banyak di tanah suci dengan berbagai ukuran dan cetakannya bagus, bisa dibeli disana sekalian sebagai kenang – kenangan.

5. PAKAIAN

Jangan membawa pakaian terlalu banyak, bawalah seperlunya saja karena ini akan merepotkan diwaktu akan pulang nantinya, bagi pria pakaian biasa cukup dua steel ditambah pakaian untuk shalat dua steel ( baju koko dan celana putih ) sebaiknya ke mesjid berpakaian putih-putih karena Rasulullah menyukai warna ini, jadi ini merupakan sunnah Rasul juga. Biasanya untuk rombongan haji biasa (bukan ONH Plus) pakaian cuci sendiri dan cucian biasanya sudah kering dalam waktu 2 atau 3 jam kemudian bisa dipakai kembali, bahan katun yang dicampur polister akan lebih baik karena tidak perlu di setrika tidak usah takut keringat dan panas, karena ditanah arab udaranya sangat kering (tingkat kelembaban maksimum hanya 20 % jadi tidak ada keringat) dan tidak ada daki dan kotoran.

6.MINUM

Disarankan selama di Arab Saudi untuk minum air yang banyak karena tubuh akan mengalami dehidrasi (kekurangan air ini akan munurunkan kondisi dan stamina tubuh).
Jangan pernah minum Es atau buah anggur selama ditanah Arab karena akan mudah kena batuk ( walaupun sebagian besar jamaah dari negara tropis mengalami batuk ).

7.BELANJA

Pada umumnya jemaah dari Indonesia tidak bisa lepas dari oleh-oleh, keinginan belanja ini kadang kadang membuat kita lalai dalam melakukan ibadah-ibadah sunat, oleh sebab itu sebaiknya belanja dilakukan setelah ibadah haji selesai yaitu setelah wukuf selesai. Ada keuntungan bagi kita kalau belanja dilakukan di saat-saat kepulangan ketanah air karena harga barang-barang cenderung lebih murah dibanding awal musim haji. Keuntungan lainnya, bagi jemaah yang membawa uang bekal yang tidak terlalu banyak akan mempunyai rasa aman karena sampai ibadah Wukuf masih mempunyai persiapan uang dikantong ( ini sangat disarankan untuk diperhatikan karena banyak kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi yang membutuhkan biaya, missal nya seandainya kita sakit  butuh uang  sewa tandu untuk tawaf atau sewa kursi roda untuk Sa’i ).
 Kekecualian dari hal yang disebutkan diatas adalah : sebaiknya beli korma khususnya “KORMA NABI” sebaiknya di beli di Madinah, di Madinah ada sebuah pasar khusus korma (seperti pasar induk) disana terdapat bermacam-macam korma dan harga lebih murah dari pada tempat lain di Madinah dan Mekah.
Cara mudah untuk pergi kepasar korma ini bisa pakai kendaraan umum atau taksi, tapi dari pengalaman pribadi saya sebaiknya bicarakan hal ini kepada ketua rombongan, nanti setelah selesai ziarah di Madinah  minta sopir bus untuk singgah sebentar di pasar korma ( jarak nya dengan mesjid Nabawi tidak terlalu jauh ).

8.UANG SAKU

Pada umumnya jemaah haji membawa uang saku atau katakanlah uang bekal, hati-hati terhadap uang ini. Selama di Madinah dan Mekah bawalah uang secukupnya saja ke mesjid kira-kira 30 – 50 real. Sisa uang sebaiknya disimpan dirumah saja.
Suatu hal yang mungkin tidak akan kita duga sebelumya adalah : ternyata di Madinah dan Mekah juga banyak terdapat “COPET” dan tukang sobek tas dengan menggunakan silet atau cuter.
Hemat-hematlah dengan uang bekal, jangan cepat-cepat dihabiskan, karena banyak kemungkinan yang bisa terjadi yang membutuhkan biaya selama ditanah suci.

9.TANDA-TANDA KOPER DAN TAS TENTENGAN

Kita akan diberi sebuah koper pakaian dan sebuah tas tangan yang seragam untuk seluruh jamaah dari Indonesia. Berilah koper/tas anda dengan tanda-tanda yang menyolok yang gampang dilihat dari jauh, ini akan memudah kan kita untuk mendapatkan koper/tas kita ketika tiba di Madinah /Mekah dan ketika diasrama haji waktu pulang nantinya. Untuk bayangan para jamaah : satu kloter biasanya berkisar 450 – 500 orang , jadi untuk mencari koper/tas kita sangat sulit kalau tidak punya tanda-tanda khusus yang mencolok.

10.  MAKANAN BEKAL

Bawalah bekal makanan yang tahan lama seperti sambal, rendang, dendeng dll. Agar diperhatikan bekal ini jangan dibuka sampai saat nya jemaah sampai di Arafah dan Mina. Sebaiknya bekal ini dibagi dalam dua tempat  satu untuk di Arafah dan satu untuk di Mina.
Pada umumnya kebiasaan jemaah haji Indonesia begitu sampai di Madinah/Mekah bekal makanan dari rumah langsung dibuka dan dihabiskan dalam waktu 4 atau 5 hari. Pada hal penjual masakan Indonesia di Medinah dan Mekah sangat banyak dengan berbagai macam masakan Indonesia seperti tahu, sayur asem, tahu, tempe, telur dadar, mata sapi, empal, ayam goreng dsb dan harga dari yang murah ( 1 atau 2 real ) sampai yang mahal seperti restoran besar, jadi jangan khawatir tentang makanan dan masakan selama di Medinah dan Mekah.
Bekal anda butuhkan disaat berada di Arafah dan Mina karena ditempat tersebut tidak ada yang berjualan, dan makanan jatah kita dimasak hanya dengan direbus dan diberi bumbu seadanya ( tanpa Cabe lho ), rasanya persis seperti daging rebus saja, disinilah bekal makanan yang dibawa dari rumah terasa sangat – sangat nikmat sekali.

11.  IBADAH DI MADINAH AL MUNAWARAH

Mesjid Nabawi biasanya dibuka jam 03.00 dan tutup jam 23.00
Usahakan datang ke mesjid pada saat awal pintu mesjid dibuka dengan demikian kita punya waktu cukup untuk melaksanakan shalat Tahajud, shalat Tasbih, dan Shalat fajar serta melakukan zikir atau membaca Al Quran. Berupayalah untuk mendapatkan tempat di “Raudah” , Raudah ini adalah bekas mesjid Rasullah, berada disamping makam Rasullah, Abubakar Sidiq dan Umar bin Khatab dan merupakan tempat yang mustajab (keterangan mengenai raudah ini bisa ditanyakan pada pembimbing Haji). Jam 9.00 sampai dengan 30 menit sebelum waktu Zhuhur Raudah dikhususkan untuk kaum wanita, jadi jemaah wanita disarankan untuk mendapatkan tempat ini, sebaiknya sejak pagi hari cari tempat di dekat Raudah jadi akan memudahkan untuk mencapai Raudah ketika penyekatnya dibuka.
Sesudah rangkaian shalat Subuh selesai sebaiknya jangan langsung keluar mesjid lakukanlah zikir dan membaca Al Quran sebanyak-banyak nya sampai selesai shalat Dhuha. Selesai shalat Dhuha carilah sarapan pagi yang banyak terdapat di sekitar masjid, selesai sarapan kembali ke masjid melanjutkan membaca Al Quran dan kira kira jam 9 pulang lah kepondokan untuk istirahat.
Kembalilah ke mesjid kira kira jam 11 siang untuk melanjutkan membaca Al Quran sampai waktu shalat Zhuhur, setelah selesai makan siang sebaiknya habiskan waktu di mesjid saja untuk melanjutkan membaca Al Quran sampai shalat Ashar, setelah Ashar bisa istirahat sebentar dan kembali ke mesjid sampai selesai shalat Isya.
Usahakan membaca Al Quran sebanyak 6 juz dalam satu hari, dengan demikian Insyaallah kita akan khatam selama berada di Madinah (8 hari). Perlu diingat selama di Madinah ada waktu yang akan kita gunakan untuk pergi ziarah dsb, jadi kalau satu hari rata-rata kita hanya bisa membaca Al Quran 4 – 5 juz akan susah rasanya kita dapat mengkhatamkan Al Quran selama di Madinah. Membaca Al Quran dengan bacaan biasa dan tidak terburu-buru memerlukan waktu lebih kurang 1 jam untuk 1 juz.
Usahakan mendapatkan tempat dan berada di Raudah sebanyak dan selama mungkin.

12.  KEGIATAN IBADAH DI MAKAH AL MUKARAMAH.

Berangkatlah ke mesjid di waktu tengah malam kira-kira jam 00 atau jam 01, lakukanlah shalat tahyatul mesjid dan kerjakan Tawaf, kemudian lakukan shalat sunat lainnya, kalau kantuk dan letih tidak tertahankan tidurlah di mesjid agak sebentar kemudian berwudu’ (tempat wudu’ bisa dilakukan didalam mesjid tidak perlu keluar karena tempat wudu’ banyak ter sedia disana) kemudian turunlah ke altar Ka’bah menunggu waktu shalat Shubuh kerjakanlah Tawaf kembali, kira kira 5 – 10 menit sebelum waktu Shubuh buat lah Shaf di sekitar Ka’bah dengan cara menggaet tangan jemaah desekitar kita dan ajak mereka membuat shaf untuk shalat ( dengan cara saling mengaitkan tangan shaf akan terbentuk dan lakukan ini setiap waktu shalat fardu) dengan cara ini Alhamdulillah selama di Mekah saya shalat didalam mesjid tidak sampai sepuluh kali, sebagian besar shalat fardu saya lakukan disekitar Ka’bah dan paling jauh hanya shaf nomor 6, selebih nya Alhamdulillah saya bisa shalat pada shaf 1 – 3.
Kerjakanlah Tawaf lesesai shalat Shubuh dan jangan keluar dari mesjid sampai anda selesai melakukan shalat Dhuha.
Apabila shalat Dhuha telah dikerjakan keluarlah dari mesjid untuk mencari sarapan pagi yang sangat banyak dan mudah didapat di sekitar mesjid, selesai sarapan bagi jamaah yang akan buang hajat tidak perlu pulang kepondokan karena toilet sangat banyak dan bersih, kembalilah ke mesjid setelah semuanya bersih, kita dapat istirahat atau tidur sejenak di dalam mesjid.
Sebelum waktu shalat Zhuhur kerjakanlah Tawaf dan buat lah shaf seperti yang diterangkan diatas. Makan siang mudah didapat disekitar masjid, disitu sangat banyak saudari kita asal Madura yang berjualan makan siang atau banyak restoran Indonesia disekitar mesjid.Kembalilah ke mesjid setelah selesai makan siang kalau mau istirahat dan tidur bisa dilakukan di mesjid saja tidak usah pulang ke pondokan.
“Catatan” : dihalaman mesjid banyak mukimin asal Madura yang menjual nasi lengkap dengan lauk dan sayur, mereka berjualan secara sembunyi sembunyi karena mereka berjualan secara gelap dan tidak resmi, tapi cukup mudah untuk mendapatkannya
Kembalilah ke pondokan  setelah selesai shalat Isya (kira –kira jam 21.00), pergunakan waktu ini untuk mencuci pakaian dan tidur barang sejenak lalu bangun lagi tengah malam dan kembali ke mesjid.
Insyaallah dengan kegiatan seperti diatas Bapak/ibuk dapat melaksanakan ibadah Tawaf lebih dari seratus kali selama tinggal di Mekah dan Alhamdulillah saya telah melakukan nya sebanyak 103 x tawaf dalam waktu 21 hari.
TAWAF
Ibadah Tawaf yang kita laksanakan dan hanya dilaksanakan di Masjidil Haram mempunyai derajat yang lebih tinggi dari pada ibadah sunat lainnya yang dikerjakan di Masjidil Haram.
Sesungguhnya Allah menurunkan 120 rahmat di Masjidil haram, 60 rahmat diberikan bagi yang Tawaf, 40 rahmat diberikan bagi mereka yang shalat sunat dan berzikir, 20 rahmat diberikan bagi mereka yang ada di mesjid tanpa melakukan kegiatan apapun. Jadi perbanyaklah Tawaf.
Berdasarkan pengalaman dan pengamatan yang saya lakukan saya akan memberikan tip untuk melakukan Tawaf dengan nyaman dan khusuk tanpa mengeluarkan tenaga yang banyak sbb:
        Jangan takut dan terpengaruh melihat orang yang sangat berjubel melakukan Tawaf di sekeliling Ka’bah karena begitu anda masuk kedalam nya disana anda akan dapat kan kenyataan bahwa ternyata masih cukup banyak tempat lowong buat anda diantara ribuan orang tersebut.
        Jangan merasa ketakutan melihat panas nya sinar matahari di sekitar Ka’bah, karena begitu anda terjun kesana anda akan dapat kan bahwa marmar di altar Ka’bah ternyata dingin dan tidak terpengaruh oleh terik nya panas matahari dan anda akan lupa dengan kondisi tersebut karena anda akan terlena dalam keasyikan Tawaf.
        Mulai lah Tawaf dari garis start dan pada putaran pertama ini langsung masuk diantara Ka’bah dan Maqam Ibrahim, melewati Maqam Ibrahim sibukkan diri dengan berdoa jangan gunakan tenaga sedikit pun biarkan diri anda berjalan dengan santai tanpa menoleh kekiri dan kanan, biarkan diri anda dibawa arus dan jangan sekali-kali melawan atau mengeluarkan tenaga untuk menjaga diri, anda akan melihat tanpa anda sadari anda akan terdesak makin kepinggir dinding Ka’bah dan anda akan dengan mudah meraih sudut Rukun Yamani dan anda akan melakukan putaran demi putaran Tawaf dengan lebih cepat dan tanpa cape karena tenaga kita tidak banyak keluar dan kita berjalan hanya karena dorongan dari arah belakang dan dari arah luar.
Sekali lagi jangan sekali-kali menggunakan tenaga untuk melindungi diri, biarkan anda menerima dorongan dari belakang dan dari arah luar, karena ini akan mendorong anda ke arah dalam yang berarti putaran nya lebih kecil.
Alhamdulillah dengan cara seperti itu saya dapat melaksanakan Tawaf dua kali berturut-turut tanpa rasa cape.
        Jangan lupa membawa air minum (Zam Zam ) didalam tas selama Tawaf, ini akan sangat membantu di kala haus maupun menolong jamaah lain yang merasa kehausan.
        Bagi jamaah yang melakukan Tawaf bersama muhrim lakukan Tawaf sbb: Sang suami berjalan tepat dibelakang istri, jaga posisi istri tepat di depan suami dan jangan menahan desakan dengan tenaga, cukup lindungi sang istri dengan masuk kedalam jangkauan dekapan, begitupun sang istri tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk melawan desakan  ikuti saja kemana arah desakan sambil terus khusu’ berdoa, Insyaallah Tawaf anda suami istri akan terasa ringan.
        Buat kaum ibu yang pergi tanpa muhrim, sebaiknya lakukan Tawaf berdua dan kerjakan seperti pasangan suami istri diatas dengan posisi yang lebih kuat ber ada di sebelah belakang.
        Inga inga  inga !!!!   sebaiknya kalau melakukan Tawaf berdua jangan berjalan dalam posisi berdampingan, lakukanlah dengan formasi ber iringan dengan yang lebih kuat berada dibelakang.
        Kaum ibu yang melakukan Tawaf seorang diri, lakukan seperti point ketiga diatas, tidak perlu cemas dan takut, Insyaallah selamat dan ibu nanti akan menjumpai banyak jamaah perempuan dari Asia kecil seperti Srilangka, India, Bangladesh dsb melakukan Tawaf sendiri.
BERDO’A
Salah satu tempat yang mustajab untuk berdo’a adalah diantara Hajar Aswat dengan pintu Ka’bah, usahakan berdo’a dengan menempel kedidinding Ka’bah pada daerah ini. Posisi berdo’a seperti itu akan lebih mudah dicapai kalau anda melakukan Tawaf sendiri seperti teknik Tawaf diatas, setelah putaran terakhir begitu lepas dari rukun Yamani ambil posisi disamping Ka’bah dan begitu lepas dari daerah Hajar Aswat langsung menuju kedinding Ka’bah… Insyaallah.
Ambil posisi shalat sunat segaris dari Maqam Ibrahim dan berdo’a karena ini pun salah satu tempat yang mustajab.
Anda geserlah kekanan dengan posisi tetap disebelah dalam Ka’bah dan langsung masuk ke Hijir Ismail, Insyaallah anda akan dapat kan tempat shalat di sini dan berusahalah berdo’a disini dengan menempel ke Ka’bah.

1.PENGALAMAN TAMBAHAN
Tanpa saya rencanakan saya mendapatkan suatu pengalaman yang jarang didapat dan berguna untuk perbandingan, yaitu ikut menguburkan jenazah. Bagi jamaah yang ingin melakukan nya cara nya tidaklah sulit caranya sbb:
Waktu shalat Fardu ‘Ain carilah tempat disekitar selah kanan Maqam Imbrahim, susudah shalat Fardu biasanya banyak jenazah yang si shalatkan di Masjidil Haram, begitu shalat mayit selesai dan jenazah dibawa keluar (lewat sekitar Maqam Ibrahim ikutlah menggotong jenazah dan ikutilah sampai ke komplek pemakaman Makla.
Anda tidak usah khawatir akan menggotong jenazah terus sampai ke Makla karena selama dalam perjalanan itu ratusan orang akan bergantian menggotong nya.
Disana akan kita lihat cara mengubur dan bentuk kuburan sangat berbeda dengan apa yang kita lakukan selama ini di tanah air.
Catatan: Jarak Mesjid dan Makla tidak jauh , lebih kurang 1 Km.
Ini hanyalah tambahan pengalaman saja dan bukan lah suatu ibadah yang harus dikerjakan.

1.HATI-HATI DAN WASPADA

Bagi kaum ibu sebaik nya jangan pernah pergi kemanapun tanpa teman, ajaklah satu dua orang teman sekalipun pergi ke toilet yang agak sepi.
Kalau naik kendaraan umum taksi atau mobil omprengan sebaiknya kaum wanita naik setelah muhrim nya dan turunkan wanita lebih dahulu sebelum kaum lelaki.
Hati-hati berbelanja barang yang berharga, karena banyak terdapat barang barang dengan merek terkenal tetapi palsu.
Yakinkan koper yang ditinggal dipondokan dan kamar tidur dalam keadaan terkunci sewaktu pergi keluar.
Bagi kaum bapak nanti dimesjid akan banyak jemaah dari Pakistan India dsb yang mengaku para mujahidin Khasmir, mereka akan berusaha untuk meminta uang.
Masih jamaah dari negara yang sama, kadang-kadang mereka menangis sambil memperlihatkan tas pinggang/tempat uang yang sobek karena disilet, banyak diantara mereka itu hanya merupakan tipuan untuk meminta uang saja.
Banyak makan jeruk selama di Mekah dan Medinah akan membantu stamina dan kesehatan.
Apabila terasa gejala- sakit sebaiknya cepat ke bagian kesehatan rombongan untuk berobat, jangan tunggu sampai sakit nya menjadi serius.
Wabillahi taufik wal hidayah, selamat ber ibadah semoga menjadi haji yang mabrur
Wassalamu’alaikum.WW

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar